Ditlantas Polda Aceh Pasang CCTV 'Pengintai' Para Pelanggar di Setiap Persimpangan Kota Banda Aceh

Ditlantas Polda Aceh Pasang CCTV 'Pengintai' Para Pelanggar di Setiap Persimpangan Kota Banda Aceh

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh, memasang CCTV (Closed Circuit Television) di 20 titik persimpangan dalam Kota Banda Aceh yang dilengkapi alat pendeteksi setiap ada pelanggaran yang terjadi di traffic light (lampu lalu lintas).

Alat pendeteksian atau 'pengintai' setiap pelanggaran atau tindak kejahatan yang kemungkinan bisa terjadi di traffic light tersebut dikenal dengan nama Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH yang dihubungi Serambinews.com, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, pemasangan ETLE tersebut merupakan langkah dalam mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtibcar Lantas) di Kota Banda Aceh dan mengubah perilaku para pengguna jalan agar ke depannya lebih tertib di jalan serta mentaati aturan berlalu lintas.

"Kamera ETLE akan mendeteksi semua bentuk pelanggaran yang terjadi di traffic light (lampu lalu lintas), mulai dari pelanggar yang menerobos lampu merah.”

“Lalu tidak memakai helm, menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan, melawan arus, dan tidak menggunakan sabuk pengaman serta bentuk pelanggaran lainnya yang terjadi," terang Dirlantas Polda Aceh.

Bahkan keberadaan kamera ETLE dapat membantu mendeteksi jenis kendaraan dan setiap nomor pelat kendaraan pelaku kejahatan yang beraksi di jalan.

"Kamera ETLE akan beroperasi selama 24 jam, tanpa harus kehadiran petugas kepolisian di jalan.”

“Tapi, tetap ada petugas yang memantau operasional ETLE," jelas mantan Kabid Propam Polda Banten tersebut.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh, memasang CCTV (Closed Circuit Television) di 20 titik persimpangan dalam Kota Banda Aceh yang dilengkapi alat pendeteksi setiap ada pelanggaran yang terjadi di traffic light (lampu lalu lintas).

Alat pendeteksian atau 'pengintai' setiap pelanggaran atau tindak kejahatan yang kemungkinan bisa terjadi di traffic light tersebut dikenal dengan nama Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH yang dihubungi Serambinews.com, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, pemasangan ETLE tersebut merupakan langkah dalam mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtibcar Lantas) di Kota Banda Aceh dan mengubah perilaku para pengguna jalan agar ke depannya lebih tertib di jalan serta mentaati aturan berlalu lintas.

"Kamera ETLE akan mendeteksi semua bentuk pelanggaran yang terjadi di traffic light (lampu lalu lintas), mulai dari pelanggar yang menerobos lampu merah.”

“Lalu tidak memakai helm, menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan, melawan arus, dan tidak menggunakan sabuk pengaman serta bentuk pelanggaran lainnya yang terjadi," terang Dirlantas Polda Aceh.

Bahkan keberadaan kamera ETLE dapat membantu mendeteksi jenis kendaraan dan setiap nomor pelat kendaraan pelaku kejahatan yang beraksi di jalan.

"Kamera ETLE akan beroperasi selama 24 jam, tanpa harus kehadiran petugas kepolisian di jalan.”

“Tapi, tetap ada petugas yang memantau operasional ETLE," jelas mantan Kabid Propam Polda Banten tersebut.



Kutip (www.serambinews.com)