Kapolres Aceh Timur: Penyebar Berita Hoaks Terkait Corona Terancam 6 Tahun Penjara

Kapolres Aceh Timur: Penyebar Berita Hoaks Terkait Corona Terancam 6 Tahun Penjara

Kapolres Aceh Timur, meminta masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Karena di saat Indonesia sedang dilanda wabah virus Corona, banyak berita hoaks atau bohong beredar, khususnya di Aceh.

“Di tengah mewabahnya virus corona, penyebaran berita bohong atau hoaks semakin masif terjadi. Karenanya, kami beritahukan bahwa seseorang yang menyebar berita palsu bisa melanggar UU ITE dan terancam pidana 6 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Sesuai Pasal 45 A ayat (1) UU ITE, jelas Kapolres, disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, dapat dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. 

Kapolres menegaskan, pihaknya akan melakukan penindakan terhadap oknum yang terbukti melakukan peredaran konten hoaks.

Pada Rabu (25/3/2020), Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK, juga memimpin 'Rapat  Persiapan Situasi Kontijensi' untuk penanganan wabah virus Corona.

Rapat ini diikuti Wakapolres Aceh Timur Kompol Warosidi SH MH dan para Kasatgas yang terdiri atas para Kabag/Kasat juga perwira Polres Aceh Timur.

Kapolres mengatakan, Polres Aceh Timur saat ini telah menyiapkan SOP Kontijensi dan personel melalui Satuan Tugas (Satgas).

Sehingga apabila kondisi situasi wabah virus corona berlanjut, Polres Aceh Timur dan stakeholder terkait sudah siap menghadapi situasi.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona di wilayah hukum Polres Aceh Timur, sebelumnya  sudah dikerahkan para Bhabinkamtibmas.

Untuk memberi penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat, tentang arahan pemerintah.

Terkait cara pencegahan Virus Corona yang disinergikan dengan para Babinsa masing-masing desa binaan.

Polres Aceh Timur beserta jajaran Polsek, juga telah melakukan upaya pencegahan virus.

Antara lain sosialisasi, bersih-bersih lingkungan di tempat publik, rumah ibadah, tempat pelayanan umum, mako, dan asrama.

Selain itu, melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh, pemberian hand sanitizer kepada personel dan masyarakat yang masuk Mapolres Aceh Timur mau pun polsek jajaran. 

Patuhi seruan forkompida Aceh Timur

Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH melalui Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19), Ashadi, mengimbau masyarakat mematuhi seruan bersama Forkopimda Aceh Timur.

Tentang pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona, sebelum menimbulkan dampak parah.

Ada 15 poin seruan Forkopimda yang diharapkan dipatuhi masyarakat yaitu, masyarakat diimbau tidak panik dan tetap tenang menyikapi informasi dan situasi terkait penyebaran virus corona.

Masyarakat diharapkan tetap menjaga wudhu, perbanyak zikir, membaca Qunut Nazilah setiap saat shalat fardhu, serta tetap berdoa kepada Allah SWT.

Selain itu masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin mencuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi untuk menjaga stamina, dan daya tahan tubuh.

“Selain itu kita imbau masyarakat menghindari keramaian yang tidak penting, hindari kontak langsung, serta hindari berpergian ke luar daerah, serta diharapkan mematuhi seruan Forkopimda lainnya,” pinta Ashadi.

Tim yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh Timur, ungkap Ashadi, juga telah melakukan penyemprotan disenfektan terhadap sarana publik seperti sarana masjid dan terminal di Aceh Timur.

Selain itu, tim juga telah mengimbau masyarakat mematuhi seruan Forkopimda Aceh Timur dengan menggunakan pengeras suara, sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona.

Pihaknya juga telah menginstruksikan setiap kecamatan di Aceh Timur, membentuk tim gugus percepatan penanganan virus corona bekerjasama dengan Puskesmas.

Untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan pembersihan fasilitas publik terkait pencegahan Corona.

“Ancaman virus corona sangat berbahaya karena tidak nampak. Karena itu jangan dianggap sepele dan kami harap mohon patuhi seruan bersama Forkopimda untuk keselamatan," imbuhnya


Kutip (www.serambinews.com)