Mulai 21 Mei 2020 Pukul 10.00 WIB, Tak Ada Lagi Angkutan Umum Masuk ke Aceh

Mulai 21 Mei 2020 Pukul 10.00 WIB, Tak Ada Lagi Angkutan Umum Masuk ke Aceh

Hasil rapat secara daring melalui Zoom Meeting dengan Menkopolhukam, Menko Maritim, Kasatgas Percepatan Penanggulangan Covid 19, Bapak Doni Monardo yang juga dihadiri seluruh Panglima Kodam (Pangdam) dan Kapolda serta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) seluruh Indonesia memutuskan, bahwa program pemerintah tahun ini yakni "DILARANG MUDIK" tetap harus dilaksanakan secara konsisten.

Rapat itu menyimpulkan, mudik sangat berbahaya dalam tahun 2020 ini yang akan berdampak terjadinya serangan kedua Corona Virus Desease (Covid-19) kepada seluruh masyarakat pasca lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Apalagi, jumlah kasus korban Covid-19 di Indonesia, dari ke hari semakin terus bertambah.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil melalui Dirlantas Polda Aceh, Kombes Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH, Selasa (19/5/2020) mengatakan, diperkirakan akan terjadi ledakan arus mudik lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah mulai tanggal 21-23 Mei 2020 ditambah lagi banyak WNI yang bekerja diluar negeri juga kembali ke Indonesia.

Untuk itu, mulai tanggal 21 Mei 2020 pukul 10.00 WIB, semua angkutan umum jenis apapun yang memasuki wilayah Aceh akan dihentikan dan diputar balik kembali ke wilayah Sumatera Utara.

Dikatakan Dicky Sondani,  sedangkan untuk penumpang kendaraan pribadi yang akan masuk wilayah Aceh akan diminta surat keterangan bebas Covid-19 setelah dilakukan Rapid Test. Apabila tidak ada surat keterangan tersebut, maka kendaraan akan diperintahkan untuk diputar balik ke wilayah Sumatera Utara.

Kebijakan ini, lanjut Dicky Sondani, diambil mengingat penerapan Protokol Kesehatan di Aceh masih belum maksimal. Masyarakat di Aceh masih banyak tidak menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah dan tidak menerapkan Physical Distancing (Jaga jarak) dalam kehidupan sosial.

"Ini sangat berbahaya dalam penyebaran virus Covid-19 di Aceh," ujar Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH.

Dengan demikian, kata Dicky Sondani,  diperintahkan kepada pemilik angkutan umum agar tidak lagi mengoperasionalkan kendaraannya menuju ke Kota Medan Sumatera Utara.

Sedangkan untuk angkutan umum antar kabupaten di Aceh, kata Dicky Sondani, dibolehkan beroperasi di Aceh dengan syarat semua supir dan penumpang wajib menggunakan masker. Dan setiap pos check point akan dicek suhu tubuh oleh petugas medis dari puskesmas. Selain itu, di setiap terminal juga akan dicek kondisi penumpang yang akan berangkat.

Saat ini, lanjut Kombes Pol Dicky Sondani,  Aceh masih dalam kondisi bukan zona merah, namun apabila arus mudik yang masuk ke Aceh tidak terkontrol, maka akan terjadi penyebaran Covid-19 yang lebih besar.

Kami mengimbau warga luar Aceh yang akan mudik ke Aceh, untuk saat ini jangan dilaksanakan. Daripada setelah capek-capek pulang dari Medan atau daerah lainnya, setiba di perbatasan Aceh-Sumut akan disuruh putar balik oleh petugas," ujar Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH.


Kutip (www.serambinews.com)