Pelaku Curanmor Residivis

Pelaku Curanmor Residivis

LHOKSEUMAWE - Hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe mengungkapkan kalau RA, pria asal Sumatera Utara (Sumut) yang ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor) ternyata adalah seorang residivis. Dia sudah pernah ditahan di Sumut pada tahun 2015 dalam kasus yang sama dan baru bebas sekitar satu tahun lalu. Sedangkan pacar RA, HW yang awalnya juga sempat diamankan, kini telah dibebaskan. HW hanya dikenakan wajib lapor.

Diberitakan sebelumnya, tim Opsnal Polres Lhokseumawe berhasil menangkap satu pria dan satu wanita asal Sumatera Utara di dua lokasi terpisah, Selasa (17/10). Keduanya ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor (sepmor). Bahkan, saat proses penangkapan pelaku prianya, polisi harus mengeluarkan beberapa kali tembakan ke udara karena RA berusaha melawan petugas. Kedua tersangka tersebut yakni, pria RA (28) ditangkap di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara, sedangkan wanitanya HW (35) ditangkap di kawasan Cunda Lhokseumawe, tepat di lokasi terjadinya pencurian sepmor jenis Honda Vario BK 2806 PA milik Riki Hamdani (29), yang juga asal Sumatera Utara.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, Rabu (18/10), menerangkan, berdasarkan hasil gelar perkara, pihaknya belum dapat membuktikan kalau HW ikut terlibat dalam aksi Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, Rabu (18/10), menerangkan, berdasarkan hasil gelar perkara, pihaknya belum dapat membuktikan kalau HW ikut terlibat dalam aksi pencuriansepmor di kawasan Cunda yang terjadi satu hari sebelumnya. “Makanya, HW pun dibebaskan, tapi tetap dikenakan wajib lapor. Sementara ini, HW belum jadi tersangka. Tapi tetap tidak tertutup kemungkinan ke depan bisa juga menjadi tersangka,” ujarnya.

Sedangkan untuk prianya yakni RA, sudah ditahan di sel Mapolres Lhokseumawe. Penyidik juga masih terus mengembangkan, apakah RA terlibat dalam kasus curanmor lainya di Lhokseumawe ataupun tidak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha mengungkapkan, pada Selasa (17/10) sore, Abdul Manan (29), asal Teupin Ara, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, juga sempat kehilangan sepeda motornya (sepmor) jenis Yamaha Xeon Nopol BL 5304 QP, saat dia sedang minum kopi di sebuah warung dekat Lapangan Hiraq, Lhokseumawe.

Namun setelah dikembangkan timnya, tersangka pun berhasil dibekuk di kawasan Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe pada Rabu (18/10) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB atau beberapa jam setelah kejadian. Tersangka adalah Zul (30), asal Banda Sakti, Lhokseumawe. Polisi juga berhasil mengamankan sepmor milik korban. “Kini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan,” pungkas AKP Budi.sepmor di kawasan Cunda yang terjadi satu hari sebelumnya. “Makanya, HW pun dibebaskan, tapi tetap dikenakan wajib lapor. Sementara ini, HW belum jadi tersangka. Tapi tetap tidak tertutup kemungkinan ke depan bisa juga menjadi tersangka,” ujarnya.

Sedangkan untuk prianya yakni RA, sudah ditahan di sel Mapolres Lhokseumawe. Penyidik juga masih terus mengembangkan, apakah RA terlibat dalam kasus curanmor lainya di Lhokseumawe ataupun tidak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha mengungkapkan, pada Selasa (17/10) sore, Abdul Manan (29), asal Teupin Ara, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, juga sempat kehilangan sepeda motornya (sepmor) jenis Yamaha Xeon Nopol BL 5304 QP, saat dia sedang minum kopi di sebuah warung dekat Lapangan Hiraq, Lhokseumawe.

Namun setelah dikembangkan timnya, tersangka pun berhasil dibekuk di kawasan Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe pada Rabu (18/10) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB atau beberapa jam setelah kejadian. Tersangka adalah Zul (30), asal Banda Sakti, Lhokseumawe. Polisi juga berhasil mengamankan sepmor milik korban. “Kini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan,” pungkas AKP Budi.