Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Sabu-Sabu

Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Sabu-Sabu

Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Bareskrim Polri, Polres Bireuen, dan Bea Cukai, gagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 353 kilogram. Dari pengungkapan kasus itu, petugas menangkap 11 pelaku, seorang di antaranya perempuan.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh mengatakan, penyelundupan sabu-sabu tersebut digagalkan di Kabupaten Bireuen. Pelaku merupakan jaringan internasional.

”Pelaku merupakan jaringan Timur Tengah, Malaysia, dan Aceh. Penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu itu berdasar informasi masyarakat. Kemudian tim gabungan menyelidiki informasi tersebut,” kata Irjen Wahyu Widada pada Kamis (11/2).

Operasi pengungkapan penyelundupan 353 kilogram tersebut dilakukan atas kerja sama Polda Aceh dengan Direktorat 4 Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, dan Polres Bireuen.

Para pelaku yang ditangkap yakni berinisial KM, 37; MU, 23; ED, 35; MA, 36; SI, 50; SU, 53; IZ, 40; KR, 23; MR, 25; SY, 63; dan SB, 41. Semua pelaku ditangkap secara terpisah di Kabupaten Bireuen.

Irjen Wahyu Widada menyatakan, pengungkapan narkoba tersebut berawal dari laporan masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan sekitar sebulan, hingga akhirnya diketahui akan ada kapal motor masuk wilayah Pandrah, Kabupaten Bireuen, membawa ratusan kilogram sabu-sabu.

”Dari informasi tersebut, personel Bareskrim Polri, Polda Aceh, dan Polres Bireuen, mengendap ke lokasi kapal motor hendak merapat pada 27 Januari. Namun pelaku merasa ada yang memantau, sehingga langsung meloncat dan berenang meninggalkan kapal motor mereka,” terang Wahyu.

Kemudian, personel merapat ke kapal motor tersebut dan menemukan banyak wadah plastik dalam karung. Setelah diperiksa, wadah plastik tersebut berisi sabu-sabu dengan total 343 kilogram. Masing-masing wadah dengan berat satu kilogram.

Kapolda Aceh mengatakan, petugas mengembangkan temuan tersebut dan menangkap pelaku KM selaku tekong kapal motor, MU sebagai kapten kapal, serta ED dan MA sebagai pengatur dan pengendali. Para pelaku ditangkap di Jeunib, Kabupaten Bireuen. Sedangkan, MA yang diduga mengendalikan penyelundupan tersebut merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe.

”Tim gabungan juga melakukan pengembangan kasus dan kembali menangkap SI di Jeunib, Bireuen. SI sebagai penerima narkoba tersebut,” ujar Wahyu.

Irjen Wahyu Widada menambahkan, petugas menangkap lagi sejumlah tersangka lain di Jeunib, pada 2 Februari. Dari sejumlah pelaku yang ditangkap turut disita 10 kilogram sabu-sabu. Mereka yang ditangkap yakni SU dan IZ, ibu rumah tangga, berperan sebagai penyimpan barang, serta KR, MR, SY, dan SB berperan sebagai penerima barang.

”Di satu sisi, kami berprestasi menggagalkan peredaran sabu-sabu. Di sisi lain, kami prihatin masih ada warga yang ingin merusak masyarakat Aceh dengan narkoba,” kata Irjen Pol Wahyu Widada.


Kutip (www.jawapost.com)