Polda Aceh Sebut Vaksinasi Dosis I Capai 70 Persen, Pemerintah Aceh Harus Cek Ketersediaan Vaksin

Polda Aceh Sebut Vaksinasi Dosis I Capai 70 Persen, Pemerintah Aceh Harus Cek Ketersediaan Vaksin

Polda Aceh mengklaim, capaian vaksinasi dosis I Polda Aceh, per tanggal 6 Januari 2022 sudah mencapai 70,79 persen atau 2.852.180 orang.

Sedangkan vaksinasi dosis II sebesar 30.58 persen atau 1.232.056 orang.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol.Winardy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/1/2022), saat meng-update capaian vaksinasi harian.

Winardy merincikan, capaian dosis I per Polres/ta saat ini adalah; Polresta Banda Aceh 102,3 persen, Lhokseumawe 83,97 persen, Pidie Jaya 82,70 persen, Sabang 82,70 persen, Bener Meriah 82,09 persen, Langsa 77,86 persen, Abdya 76,00 persen, Gayo Lues 74,76 persen, Subulussalam 73,91 persen, Aceh Timur 73,06 persen, Aceh Besar 72,81 persen, Aceh Tengah 71,93 persen, Simeulue 71,81 persen.

Kemudian Polres Aceh Tenggara 71,79 persen, Aceh Jaya 70,66 peesen, Aceh Singkil 70,45 persen, Nagan Raya 70,27 persen, Aceh Tamiang 69,90 persen, Pidie 69,51 persen, Aceh Barat 64,07 persen, Bireuen 61,97 persen, Aceh Selatan 59,76 persen, dan Polres Aceh Utara sebesar 49,62 persen.

Untuk dosis II, sambung Winardy, baru Polresta Banda Aceh yang sudah 72,69 persen, yang lain masih di bawah 70 persen.

"Tapi untuk keseluruhan, persentase capaian vaksinasi kita sudah 70 persen.

Ini menandakan herd immunity akan segera terbentuk," ujarnya.

Winardy juga menyebutkan, bagi wilayah yang capaian dosis I sudah 70 persen dan Lansia 60 persen, maka langsung bisa melakukan vaksinasi merdeka anak dengan usia 6-11 tahun.


kita semua mengharapkan, yang belum capai target, baik dosis I maupun dosis II segera mencapai 70 persen. Nanti, bagi yang sudah 70 persen bisa segera melanjutkan vaksinasi merdeka anak usia 6-11 tahun," pungkas Winardy.

Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol.Drs.H.Agus Sarjito mengatakan, Polda Aceh akan terus memacu vaksinasi semaksimal mungkin agar herd immunity segera terbentuk.

Hal itu disampaikan Agus saat memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektor dengan berbagai dinas terkait dalam rangka vaksinasi di Aula Macdum Sakti Mapolda Ace, Jumat (7/1/2022).

Dalam kesempatan itu, Ia juga menyinggung terkait ketersedian vaksin.

Di mana pemerintah Aceh, dalam hal ini Dinas Kesehatan harus memantau secara estafet stok vaksin di setiap kabupaten/kota dan gerai vaksin yang ada agar kegiatan vaksinasi ke depan tidak mengalami hambatan.

"Pemerintah Aceh juga harus menjamin dan mendata ketersedian vaksin baik di Provinsi maupun kabupaten agar vaksinasitetap berjapan," sebutnya.

Agus juga menegaskan, kalau kegiatan vaksinasi yang selama ini dilaksanakan oleh tiga pilar, baik Pemda Aceh, Polda Aceh, maupun Kodam IM tidak semata untuk mengejar kuantitas atau mengejar jumlah capaian vaksin.

Akan tetapi, sambung Agus, bagaimana kita menjalankan program vaksinasi ini secara terarah, terukur, dan proporsional, semata demi kesehatan masyarakat agar terciptanya kekebalan komunal dan mewujudkan herd immunity.

"Vaksinasi bukan semata berbicara angka, akan tetapi ini demi kesehatan masyarakat. maka kita harus melakukan ini secara tepat dan terukur," tegas Agus Sarjito.



Kutip (www.serambinews.com)