Polisi Buru Otak Pelaku

Polisi Buru Otak Pelaku

LHOKSEUMAWE - Tim Reskrim Polres Lhokseumawe hingga Rabu (11/10) sore, masih memburu tersangka utama atau otak pelaku yang diduga menyuruh ketiga tersangka lainnya untuk merencanakan pembunuhan terhadap warga Nisam, Kabupaten Aceh Utara bernama Yusuf alias Yah Sop Nisam. Di samping itu, polisi juga masih terus memeriksa sejumlah saksi untuk kelengkapan berkas perkara tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pelaku berinisial AD (52) asal Kuta Makmur, Aceh Utara pada Kamis (4/10) malam, ditangkap polisi atas tuduhan sedang merencanakan pembunuhan bersama teman-temannya terhadap seorang warga atas nama Yusuf asal Nisam, Aceh Utara. Motif pada kasus ini hanya karena merasa sakit hati akibat banyaknya lembu yang dipelihara para tersangka mati saat masuk ke kebun sawit Yah Sop, sehingga mereka menduga kalau kematian ternaknya itu akibat diracuni korban. Sedangkan korban memastikan kalau dia tidak pernah meracuni lembu yang dipelihara para tersangka tersebut.

Rencana pembunuhan tersebut dimulai saat para tersangka yang bersenjatakan parang, menunggu korban di dekat kebunnya. Hanya saja, rencana ini gagal karena korban rupanya tidak pergi ke kebun hari itu. Kemudian, para tersangka melaksanakan tahapan kedua dalam upaya membunuh korban, yakni dengan membayar seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Yah Sop dengan iming-iming imbalan Rp 10 juta.

Bahkan, para tersangka sudah sempat menyerahkan uang Rp 3 juta kepada pembunuh bayaran itu sebagai uang muka. Beruntung, sebelum rencana pembunuhan ini terlaksana, polisi sudah lebih dulu membongkarnya. Hanya saja, dalam perkara ini, pria yang diminta oleh para tersangka untuk membunuh korban masih dijadikan sebagai saksi.

Sejak kasus ini terbongkar dan AD diciduk, polisi langsung melakukan perburuan dua pelaku lainnya yang sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hasilnya, pada Senin (9/10) malam, polisi kembali menangkap dua tersangka lagi, yakni IS (45) dan SA (24), yang keduanya merupakan warga Nisam, Aceh Utara.

Setelah ketiga tersangka ditangkap, penyidik menemukan fakta baru yang mengungkapkan kalau sebenarnya ada aktor intelektual di balik aksi ketiga tersangka itu. Otak pelaku atau tersangka utama dalam kasus ini merupakan orang yang menyuruh ketiga tersangka melakukan pembunuhan terhadap Yah Sop.

Status tersangka utama itu adalah pemilik dari lembu yang selama ini dipelihara oleh ketiga pria yang telah ditangkap tersebut. Karena banyak lembu miliknya mati usai masuk ke kebun sawit korban, maka tersangka utama berinisal A pun menyuruh ketiga tersangka membunuh Yusuf atau Yah Sop yang dituduh telah meracuni lembu milik A.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, menyatakan, dengan terungkap fakta baru ini, maka pihaknya pun langsung berupaya memburu A. Sedangkan untuk menguatkan bukti kalau A terlibat, pihak penyidik telah memintai keterangan dari pembeli lembu yang dijual oleh ketiga tersangka lainnya.

Di sisi lain, sejak awal pengungkapan kasus tersebut, polisi juga telah menyita uang sebesar Rp 3 juta yang merupakan uang muka kepada pembunuh bayaran dengan tugas untuk membunuh Yusuf. “Jadi, sekarang ini A masih terus kita buru. Kita upayakan dalam waktu dekat, bisa tertangkap,” demikian AKP Budi.

Keterlibatan tersangka utama berinisial A dalam rencana pembunuhan terhadap warga Nisam bernama Yusuf alias Yah Sop Nisam, bukan sebatas memerintahkan para pelaku saja. Tapi lebih dari itu, A bahkan memodali para tersangka dengan mengizinkan mereka masing-masing menjual satu ekor lembu miliknya untuk mendanai aksi pembunuhan tersebut. Dana hasil penjualan lembu inilah yang kemudian diserahkan kepada pembunuh bayaran sebagai imbalan tugas dia menghabisi korban.

Kutip.(SERAMBINEWS.COM).