Polisi Buru Pembunuh Nek Fatimah

Polisi Buru Pembunuh Nek Fatimah

* Pelaku Diduga Orang Dekat Korban

BIREUEN - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Bireuen terus memburu pelaku yang diduga telah membunuh Nek Fatimah Husen (70), warga Desa Janggoet Seungko, Kecmatan Jeunieb, Bireuen pada Sabtu (14/10). Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, melalui Kasat Reskrim Iptu Rizki Adrian SIK kepada Serambi, Minggu (15/10), mengatakan, untuk mengungkapkan kasus pembunuhan yang menimpa Nek Fatimah, pihaknya kini masih memburu pelakunya dengan melakukan pengembangan dan penyelidikan secara mendalam.

Sejumlah anggota Satuan Reskrim bersama anggota Polsek Jeunieb, dan Satuan Intelkam, dibantu masyarakat, terus mendalami kasus pembunuhan tersebut seraya mencari pelakunya. Karena, kata Kasat Reskrim, pelaku pembunuhan itu diduga masih berada di Bireuen.

“Kami terus memburu pelakunya hingga dapat dan kami minta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui pelaku pembunuhan Nek Fatimah, karena kami menduga pelakunya masih berada di Bireuen,” kata Rizki Adrian.

Kasat Reskrim juga meminta kepada keluarga korban dan para tetangga, serta perangkat Desa Janggot Seungko, untuk mewanti-wanti gerak-gerik warga yang mencurigakan. Karena pelaku pembunuhan Nek Fatimah diduga orang dekat korban. Pasalnya, hasil pengembangan sementara, pintu kamar korban terkunci dari luar yang diduga dikunci oleh pelaku.

“Kami menduga pelakunya lebih dari satu orang, karena posisi korban saat ditemukan tangannya terikat ke belakang, mata kiri dan bibir juga memar, diduga bekas tonjokan atau pukulan benda tumpul,” terang Kasat Reskrim.

Ditambahkannya, hasil visum dokter di Puskesmas Jeunieb, korban diduga dibunuh menjelang Subuh dan ditemukan 10 jam kemudian. “Dari hasil visum, korban sudah tewas dibunuh 10 jam sebelum ditemukan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Fatimah Husen (70), warga Desa Janggoet Seungko, Kecamatan Jeunieb, Bireuen ditemukan tidak bernyawa di kamar rumahnya di desa tersebut, Sabtu (14/10) sekira pukul 16.00 WIB. Korban diduga dibunuh karena saat ditemukan dalam posisi tangan terikat ke belakang dan muka ditutup tiga lapis kain, seperti mukena dan kain batik.

Pada bagian lain, Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Rizki Adrian SIK mengatakan, pasca penemuan mayat Nek Fatimah yang diduga tewas dibunuh, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Mereka terdiri dari keluarga korban yaitu anak, dan cucunya, serta tetangga korban yang pertama kali menemukan Nek Fatimah sudah tidak bernyawa di kamar rumahnya.

“Kami telah memeriksa dan meminta keterangan beberapa saksi. Salah seorang saksi yaitu putra almarhum Nek Fatimah. Saksi tersebut setelah kami periksa, urinenya positif mengonsumsi narkoba,” kata Kasat Reskrim.

Bahkan, kata Kasat Reskrim, pihaknya sempat curiga dia pelakunya, karena setelah diperiksa urine positif narkoba, ia nekat kabur dari Polsek Jeunieb. Tapi beberapa saat kemudian, saksi atau putra Nek Fatimah itu kembali ke Polsek bersama perangkat desa untuk minta izin pulang ke rumah guna menghadiri pemakaman ibunya (Nek Fatimah) pada pagi kemarin.

“Hingga hari ini (kemarin-red), meskipun sudah kita periksa beberapa saksi, kita belum mengetahui pelaku pembunuhan Nek Fatimah. Tapi kami terus bekerja keras untuk menangkap dan mengungkap kasus pembunuhan ini,” pungkas Rizki Adrian.