Saksi Kerusuhan LP Jadi Target Bunuh

Saksi Kerusuhan LP Jadi Target Bunuh

BANDA ACEH - Ir (38), narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh yang mengetahui kronologis kerusuhan di LP tersebut menjadi target bunuh oleh SK, sipir LP bersama rekan-rekannya yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi Kamis 4 Januari 2018.

Menurut informasi, napi bernama Ir tidak mau bergabung dan terlibat dengan para perusuh saat para napi dan sipir LP tersebut mulai beringas dengan merusak dan membakar mobil penerangan Dalmas Polresta yang dibawa masuk oleh SK ke ruang tahanan.

Karena Ir dianggap akan menjadi bumerang serta saksi kunci atas kerusuhan itu, sehingga napi Ir ini mendapat penganiayaan berat yang dilakukan oleh SK cs mulai dari lapangan depan dapur LP sampai napi itu diseret yang berujung pingsan.

Dalam laporan polisi yang dibuat Ir ke Polresta Banda Aceh Nomor LPB/09/I/2018/SPKT, ia mengaku mau dibunuh. Tapi, karena petugas polisi dan TNI cepat mengendalikan saat puncak kerusuhan tengah terjadi serta mengamankan para perusuh dan sipir yang diduga terlibat, sehingga rencana untuk menghabisi nyawa napi Ir itu pun terhalang.

–– ADVERTISEMENT ––

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH yang ditanyai Serambi mengatakan tersangka SK--sipir LP yang terlibat kerusuhan di LP--dibidik pasal berlapis, mulai pengrusakan, pembakaran serta penganiayaan yang ikut melibatkan sejumlah tersangka lainnya. SK juga yang membawa mobil Dalmas milik Polresta ke area ruang tahanan yang berakhir mobil penerangan itu dibakar. “Oknum sipir SK ini juga pernah ada kasus sebelumnya dan sedang kita cek di pengadilan dan dalam kasus itu sipir SK ini terlibat dalam kasus berkeliarannya warga binaan di luar LP. Kasusnya ditangani Polda Aceh tapi belum dieksekusi,” kata Kapolresta.

Pengusutan kerusuhan di LP Banda Aceh, menurut Saladin terus berlanjut mulai dari dalang yang melakukan pembakaran ruang arsip (database) LP sampai kasus narkoba yang sehari sebelumnya ada ditemukan 118 paket ganja dan sejumlah bong sabu di LP itu, Minggu (7/1) sore.

Sebelumnya, pascarusuhan dan penggeledahan yang dilakukan petugas, hampir di semua kamar napi ditemukan narkoba, di antaranya 15 paket sabu-sabu seberat 12,99 gram serta bungkus sabu-sabu paket besar 12,54 gram, satu bong, dan 9 butir narkotika jenis ekstasi. Dari penemuan waktu itu, polisi akhirnya mengamankan 14 napi yang terlibat narkoba dan ditahan di Polda Aceh serta 18 orang lainnya terkait kerusuhan di LP termasuk oknum sipir berinisial SK.


kutip (aceh.tribunnews.com)