Uang PNS Rp 45 Juta Dikuras untuk Judi

Uang PNS Rp 45 Juta Dikuras untuk Judi

LHOKSUKON - Sebanyak Rp 45 juta uang milik Ratna Juwita, PNSasal Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang dikuras oleh tiga pria asal Medan dan Sumatera Barat setelah kartu ATM ditukar pada 11 Oktober 2016, ternyata digunakan untuk bermain judi online. Mereka ditangkap polisi ketika melakukan aksinya di Stasiun Pengisian Bahar Bakar Umum (SPBU) Dua Dara Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, oleh tim Resmob Langsa pada 22 Oktober 2016.

Demikian pengakuan ketika terdakwa dalam sidang keempat kasus tersebut di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (3/10) sore, dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa. Sidang tersebut dipimpin Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota, masing-masing Maimun SH dan Bob Rosman SH. Ikut hadir dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adri SH.

Ketiga terdakwa adalah Hendrik Hutasoit (37) asal Medan Amplas, Sumatera Utara, lalu Riki Handoko (34) asal Kota Padang, Sumatera Barat, dan Riski Hasudungan (38) warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Aksi kejahatan mereka terekam CCTV yang berada di tempat ATM tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pada 11 Oktober 2016 Ratna mendatangi Polsek Tanah Jambo Aye untuk melaporkan kasus pengurasan uang sebesar Rp 45 juta oleh pria tak dikenal, setelah ATM-nya ditukar. Pria itu berpura-pura menawarkan jasa ketika menarik uang di bilik ATM kawasan SPBU, Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Seusai mengeprint buku tabungannya, Ratna kaget uangnya dicairkan penukar ATM tersebut dengan cara ditarik via ATM dan ditransfer ke rekening lain.

Ketiga terdakwa secara bergantian menyebutkan, awalnya mereka mencari korbannya di kawasan Lhoksukon. Namun, karena tak mereka dapatkan, kemudian mereka menuju ke SPBU Ceumpedak. Mereka masuk ke ATM tersebut dan memasukkan lidi pencongkel gigi ke dalam mesin tersebut, sehingga nasabah tak bisa memasukkan ATM-nya.

Mereka juga mengaku setelah berhasil menukar ATM Ratna, kemudian langsung mencairkan uang Rp 45 juta. Setelah dibagi dalam jumlah yang sama, kemudian mereka langsung pulang ke Medan dengan menggunakan mobil Xenia yang dirental per hari Rp 300 ribu. Namun, setelah uang tersebut habis untuk judi online, kemudian mereka mencari korban lagi di kawasan Langsa. Namun, tak lama setelah beraksi di Aceh Tamiang dan Langsa, ketiga terdakwa berhasil ditangkap pihak kepolisian. Usai mendengar keterangan saksi dan terdakwa, hakim menunda sidang tersebut pada Selasa (10/10) pekan depan dengan agenda mendengar materi tuntutan.

Sebelum memeriksa terdakwa, hakim memeriksa seorang petugas teler BNI Cabang Pantonlabu Elliviana. Dalam keterangannya sebagai saksi, Elli menyebutkan, Ratna mengetahui ATM sudah ditukar setelah dilihat petugas BNI Pantonlabu. Lalu, ia mengeprint buku tabungannnya, sehingga diketahui dari Rp 65 juta jumlah uang tabungannya, Rp 45 juta telah raib.

Uang itu raib dengan cara ditarik tunai Rp 5 juta, ditransfer sesama BNI 30 juta, kemudian ditransfer ke rekening bank lain Rp 10 juta. Sedangkan sisa Rp 20 juta berhasil diselamatkan, setelah petugas memblokir transaksi via ATM.